Bismillah...:-)

Selasa, 30 April 2013

Artikel: Buat Apa Pakai Jilbab..?




Buat apa pakai jilbab kalau mulut belum dijaga..?

Begitulah sindiran banyak orang terhadap perempuan berjilbab namun mempunyai kelemahan dalam berbicara, sehingga banyak yang berpendapat lebih baik tak berjilbab namun punya tutur  kata yang baik. Padahal Kelemahan ini dapat diperbaiki, sedang memakai jilbab sangatlah utama dan dosanya yang dimiliki tak berganda. Orang yang tidak memakai jilbab dan tak terjaga mulutnya, menanggung dua dosa. Sedang yang memakai jilbab dan mulut khilaf , hanya menanggung 1 dosa dan bila disadari akan terhapus kesalahannya.

Sobat, jangan takut berjilbab panjang hanya karena sindiran orang “jangan sok alim lah”.  Jika kita asyik menuruti nasehat yang tak betul, capek deh hidup ini. Sia-sia sekali hidup kita jika untuk menutupi aurat saja tak mau. Jika di dunia membuka aurat, di akhirat sehelai bajupun tak akan dapat kecuali baju dari neraka. Sungguh mengerikan, sobat.

Para wanita banyak yang enggan dan risih pakai jilbab panjang, yang benar-benar menutup rambut dan dadanya. Bacalah  ayat Alquran ini:

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya (jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, wajah dan dada) ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Al-ahzab: 59)

Sangat mengherankan ketika sebuah pemerintah menyuruh para wanita untuk memakai jilbab, mereka memberontak seperti orang-orang kafir memberontak pada Rasulullah n  saat Rasulullah mengajak mereka ke islam yang murni. Berbagai alasan diutarakan dan dengan amat berani mengatakan pemerintah telah melanggar HAM (aahhhhhhH   Hak Asasi Manusia). Sungguh luar biasa pembantahan mereka dan langsung mengalihkan ke masalah Pemerintah yang lain tentang korupsi yang belum terselesaikan dengan sempurna.

Para pemimpin pecinta kebebasan, mengeluarkan pendapat bahwa jilbab adalah menurut tempat tinggal dan sudut pandang masyarakatnya. Yaitu Jika di Arab, mereka memakai jilbab atau cadar sesuai dengan tradisinya. Dan jika di Indonesia, memakai baju yang biasa saja tanpa harus menutup kepala, sudah bisa dikatakan sopan dan baik.

Padahal  jilbab atau cadar bukanlah adat orang Arab melainkan adalah perintah Allah untuk semua wanita muslim agar lebih dikenal sebagai muslimah dan mempunyai perbedaan dengan wanita-wanita kafir.

Sangat mengherankan jika ada yang memakai cadar  atau jilbab panjang menjuntai ke bawah, dianggap aneh dan berlebihan. Namun, jika ada yang berpakaian seksi, dianggap sangat mengagumkan dan luar biasa. Setan telah mengindahkan pemandangan maksiat dalam mata kita.

Ketika wahyu yang berisi Perintah untuk mengenakan jilbab turun, para Istri-istri Nabi tidak menunggu lama untuk memenuhi perintah tersebut. Mereka langsung mengambil gorden untuk menutupi seluruh badan, kepala dan wajahnya. Karena apa? Karena mereka dengar dan mereka taat.  

Tidak seperti Iblis yang ketika Allah memerintahkan untuk sujud hormat kepada Adam, Iblis menyaring terlebih dahulu perintah Allah swt tersebut dengan akalnya dan melawan perintah-Nya dikarenakan kesombongannya. Dan jika wanita-wanita sekarang tak segera mau menutup auratnya, maka berarti mereka mau mewarisi sifat-sifat Iblis laknatullah. Na’udzubillah min dzalik.

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. “ (QS Al-Mujaadillah:5) 

Seperti cinta yang tidak bisa dipaksakan, jilbab juga tidak bisa dipaksakan oleh orang lain. Harus dengan kesadaran diri dan keikhlasan hati agar pahala dari Allah kita raih dan Allah menjauhkan kita dari neraka yang gambarannya seperti ini:

“Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka di hari kiamat ialah orang yang dibawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya.” (Bukhari Muslim)

Wahai wanita, tunggu apa lagi? Ambillah kain lalu tutuplah auratmu di hadapan laki-laki yang bukan mahrammu!

Jangan menunggu nanti atau tahun depan, karena belum tentu engkau hidup esok hari! Semoga Allah membuka hatimu. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Wallahu’alam.


Tidak ada komentar: