Bismillah...:-)

Senin, 29 April 2013

Artikel: “Pendidikan anak usia dini itu penting!”



Kenapa saya mengatakan itu penting? Tak lain karena ada banyak manfaat yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Sayangnya, pembelajaran terhadap anak usia dini mengalami kesurutan. Pandangan masyarakat umum masih terkesan menganggap tak perlu memberikan pelajaran sekolah bagi anak-anak yang baru beranjak dua tahun hingga lima tahun, apalagi soal baca membaca. Padahal di saat anak-anak berumuran dini, otaknya mampu merekam lebih banyak ingatan daripada orang dewasa.

Kesadaran akan hal ini, perlu kita tanam di hati masyarakat. Agar tidak terlambat nantinya. Dalam Islam saja, dari dalam kandungan kita sudah diharuskan mengajarinya untuk memakan yang baik-baik, melatih pendengarannya dengan sering-sering kita bacakan Alquran, dan banyak lainnya.

Dengan adanya pendidikan anak di usia dini, anak akan terlatih untuk bersahabat, bersosialisasi, tenggang rasa, menumbuhkan kemandirian, cerdas dalam berpikir, mampu untuk berkompetensi, melatih kemajuan si kecil dan banyak lainnya yang dapat kita ambil hikmahnya dari pendidikan semacam ini.

Saat saya mengajar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) selama satu tahun di pusat Kota Lhokseumawe, saya sering mengamati pertumbuhan akhlak dan kecerdasan anak-anak didik saya. Ternyata banyak orang tua murid yang belum memahami kebutuhan si kecil yang amat penting ini, yaitu perhatian.

Perhatian di rumah mempengaruhi anak ketika ia berkumpul dengan komunitas orang ramai. Bila mendapatkan perhatian yang cukup, ia akan terlihat ceria dan bijak manakala ia bergabung dengan teman-temannya. Namun, bila sebaliknya. Ia akan sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan luar dan suka berdiam diri. Lain lagi bila di rumah ia di didik dengan kemanjaan dan perhatian yang lebih, kemungkinan ia akan terbiasa bersikap egois dan tidak mandiri. Seimbang itu akan lebih baik bagi anak-anak kita.

Sebenarnya di sinilah peran guru PAUD. Menyeimbangkan perhatian dan menuntun anak-anak agar membiasakan diri untuk bersikap positif, berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-harinya.

Kembali pada pentingnya pendidikan anak usia dini. Dilihat dari segi kebutuhan, pendidikan anak usia dini memang benar-benar suatu kewajiban yang harus kita usahakan.

Saya melihat sebagian dari kita yang telah dewasa, adab dan budi pekerti sering dinomorduakan. Contoh yang paling mendasar adalah terlupanya membaca bismillah ketika makan dan minum, selalu menyisakan makanan di piring, makan dan minum dengan tangan kiri, berbicara sambil makan, berteriak di depan umum, makan dan minum sambil berdiri, suka berbicara kotor, tidak memiliki jiwa tenggang rasa dan bersosialisasi dan lain seterusnya. Kenapa ini semua bisa terjadi? Ya, karena pembiasaan dari kecil.

Aturan Islam itu sangat indah. Tapi sayang, banyak dari kita yang tidak mengindahkannya. Padahal Islam selalu menganjurkan yang terbaik bagi umatnya. Dan sebagian kita? Sungguh tidak peduli.

Di dalam PAUD, dari sedini mungkin, kita sudah mengenalkan anak-anak kepada kehidupan Rasulullah dan menumbuhkan benih-benih cinta di hati anak terhadap semua orang dengan cerita dan pelajaran asyik lainnya. Bermain sambil belajar. Anak senang, Ibu tenang, Allah ridha, bukan?

Hanya dengan pengajaran yang baiklah, kita bisa menggapai ridhaNya. Anak wajib dibentuk dari sekarang. Ibarat tanah liat, kalau sudah lama ia akan mengering dan keras. Selagi ia dalam keadaan basah, kita bisa membentuk pribadinya menjadi pribadi yang sholeh dan cerdas.

Caranya, tuntunlah ia untuk meneladani sifat-sifat dan kebiasaan sehari-hari Rasulullah. Karena di dalam diri Rasulullah, terdapat budi pekerti yang luhur.

Akhir kata, segala yang baik datangnya dari Allah dan segala yang kurang datangnya dari diri saya sendiri. Mudah-mudahan tulisan yang sedikit ini, membawa manfaat dan berkah bagi penulis dan pembaca sekalian. Amin..Ya Rabbal ’alamin! Wallahu ’alam.

 

Tidak ada komentar: